Evolusi Komunitas Ubuntu?

Launchpad asked me if I wanted to continue to be an Ubuntu member. I thought about it, and have decided that I don’t. The one thing I’ll miss is being able to post to Planet Ubuntu. But I have to be honest, there isn’t an Ubuntu community any more. There’s a Canonical community, an ubuntu-users gaggle and maybe an enthusiasts posse. But no community that makes decisions, builds a consensus, advocates or educates. It’s dead now, it’s been that way for a while.

sumber: Postingan Ubuntu Membership

Apakah semangat (spirit) komunitas memang sulit disatukan dengan kepentingan bisnis?

bacaan lain:
http://smartboyhw.tk/wordpress_smartboyhw/?p=28
Blog JP

*pasang emot sedih disini*

Cara Sinkronisasi Setting Waktu di Sistem dan di Hardware (Debian Server)

Waktu login ke server, baru sadar kalo ternyata waktu di server agak ngaco, selisihnya sampe 7 jam. Kirain ada yang salah sama settingan timezone di server, tapi setelah mengeksekusi perintah # dpkg-reconfigure tzdata, waktunya masih tetep ngaco. Cek settingan waktu di hardware (BIOS) pake perintah # hwclock ternyata ikutan ngaco, pantesan aja… (-_-!)

Karena settingan waktu di sistem dan juga di hardware semuanya ngaco, maka sebaiknya kita perbaiki semuanya. Skenario yang saya lakukan adalah melakukan setting untuk hardware clock, kemudian waktu di sistem akan di-sinkronkan dengan waktu di hardware. Langkahnya seperti ini, saya menjalankan sebagai root:

# hwclock --set --date="YYYY-MM-DD hh:mm:ss"

yang saya lakukan adalah (sesuaikan dengan waktu yang benar)

# hwclock --set --date="2012-08-20 12:52:00"

kemudian membuat sinkron waktu di hardware dengan di system

# hwclock --hctosys

Setting waktu di server sekarang sudah kembali normal. Kalo masih belum yakin eksekusi lagi perintah dpkg-reconfigure tzdata untuk memastikan timezone di server memang sudah benar.

Karena sekarang settingan waktu dan timezone sudah benar, mari kita lanjut dengan upgrade si server.. *tariknapas* #abaikan

SIOCSIFFLAGS: Operation not possible due to RF-kill [solved]

Kemaren, salah satu temen saya laptopnya mendadak ngga bisa terkoneksi ke wifi. Awal masalahnya adalah notification area yang menghilang di taskbar atas kanan, tapi setelah notification area ditambahkan, icon wifi muncul tapi ngga bisa mendeteksi wifi yang ada dan LED di tombol wifi juga ga mau nyala, kayaknya wifinya mati nih.

Ok, coba kita akalin.
1. konek via console: sudo iwlist wlan0 scan kemudian sudo iwconfig wlan0 essid "NAMAWIFI" —> GAGAL
2. restart network daemon: sudo /etc/init.d/networking restart —> GAGAL
3. restart interface wireless: sudo /sbin/ifconfig wlan0 down kemudian sudo /sbin/ifconfig wlan0 up. Apa yang terjadi? keluarlah pesan error itu SIOCSIFFLAGS: Operation not possible due to RF-kill.

Disini anehnya, karena sebelum notification area di taskbar atas kanan menghilang ngga pernah ada error kayak begini. Akhirnya nemu beberapa petunjuk dari Web ini dan dari ubuntuforums.

Setelah menjalankan rfkill list, ternyata interface wireless LAN tidak di-blok sama sekali, jadi apa masalahnya? ternyata sederhana aja, gunakan editor favorit anda dan buka file /etc/network/interfaces, kemudian tambahkan komentar (#) pada baris iface wlan0 inet dhcp, setelah itu akses wifi kembali lancar melalui console dan juga GUI.

Nah loh, kira-kira masalah sebenarnya apa yah?

Jagongan Media Rakyat 2010 bersama ubuntu-jogja

Berikut adalah informasi tentang Jagongan Media Rakyat 2010 yang saya salin tanpa ijin dari web ubuntu-jogja, silahkan datang untuk menambah dan berbagi pengetahuan seputar banyak hal. Oh iya, buat penggemar Pak Onno, katanya Pak Onno juga dateng loh, cek jadwal lengkapnya yah.. :D

Jagongan Media Rakyat (JMR) 2010 adalah ajang kumpul komunitas dan aktivis yang bergerak di beragam isu untuk pemberdayaan masyarakat. Komunitas seni, petani, keterampilan, perajin, wisata, pendidikan, penelitian, hingga komunitas hobi dan forum warga akan berkumpul untuk berbagi pengetahuan melalui media-media yang akrab digunakan. Media rakyat yang tertampilkan adalah mozaik suara rakyat yang terus diperjuangkan oleh komunitas-komunitas di Indonesia. Mari berkumpul, berbagi, dan bergerak!

Untuk Penggiat Free Open Source Software dapat hadir dan meramaikan Jagongan Media Rakyat (JMR) 2010 bertempat di Jogja Nasional Museum dari tanggal 22 Juli sampai 25 Juli 2010,Pukul 11.00-21.00. Komunitas Ubuntu Indonesia Sub-Loco Yogyakarta juga membuka stan di tempat acara berlangsung Jagongan Media Rakyat (JMR) 2010. Di Stan Ubuntu-Jogja, Anda dapat berkonsultasi mengenai Ubuntu dan turunannya secara gratis, bazaar kaos Ubuntu, Free Stiker Ubuntu*, Bazar DVD Repositori Ubuntu, Instalasi Ubuntu*.

Komunitas Ubuntu Jogja mendapatkan kesempatan mengisi Jagongan Media Rakyat (JMR) 2010 yaitu: Diskusi Free-Open Source Software (FOSS) dan Ubuntu dan Keuntungan menggunakan Ubuntu dalam berbagai ruang lingkup” oleh Komunitas Ubuntu Indonesia Sub-Loco Yogyakarta yang dilaksanakan pada hari Minggu, 25 Juli pukul 10.00 WIB – 12.00. Jadwal Lengkap Kegiatan Jagongan Media Rakyat (JMR) 2010.

Silahkan hadir dan ramaikan Jagongan Media Rakyat (JMR) 2010, GRATIS, juga hadir dari beberapa komunitas Open Source dan pengguna Open Source Lainnya.
* : syarat dan ketentuan berlaku

Terima Kasih dan sampai ketemu disana…

Komunitas Ubuntu Indonesia Sub-loco Jogjakarta

Peta Lokasi Kegiatan : Jogja Nasional Museum

integrasi webftp di ISPConfig 3.x menggunakan net2ftp

Halo semua.. mumpung lagi mood, posting ah sebelum malesnya kumat lagi :P Kali ini yang akan dibahas adalah integrasi webftp pada ISPConfig 3. Tidak seperti ISPConfig versi 2.x pada versi 3 tidak ada fitur webftp secara default, jadi kita harus menambahkan sendiri fasilitas tersebut. Tidak masalah, karena menambahkannya tidak susah kok, langsung aja kita coba langkah-langkah berikut ini.

Sebelum dimulai untuk info saja sistem yang digunakan ubuntu server 9.10, ISPConfig 3.0.1.6, diasumsikan ISPConfig sudah terinstall dengan baik jadi yang ditambahkan hanya net2ftp saja, editor text yang digunakan adalah vim, jadi diasumsikan semua sudah paham perintah2 vim.

Baiklah kita mulai, semua perintah ini dijalankan via console [terminal],
Continue reading

paket deb nginx 0.6.34 untuk ubuntu hardy

Jadi beberapa waktu yang lalu sempet iseng mau mainan nginx lagi, tapi berhubung mesinnya pake ubuntu hardy, dan di repo hardy versi nginx-nya agak usang gitu, mendingan sekalian aja bikin paket nginx yang paling baru buat dipasang *paling baru pas tulisan ini dibuat*

Nginx ini diambil langsung dari sourcenya, dan dipatch pake paket diff nginx-0.6.32 punya ubuntu ibex. Seharusnya bisa jalan di debian etch keatas, dan juga ubuntu hardy keatas. Paket ini hanya dites di mesin ubuntu 8.04.1 punya saya, dan mesin 8.10 punya temen, sejauh ini lancar tanpa ada masalah. Kalo misalnya mau ikutan iseng silahkan aja ambil paket nginx_0.6.34_i386.deb disini.

Pada tulisan ini tidak dibahas cara instalasinya, mungkin di tulisan lain… :D

Paket ini hanya dibuat untuk arsitektur i386 soalnya ngga punya mesin amd64 buat bangun paketnya. Karena paket ini dibuat cuma buat iseng-iseng, jadi sebaiknya lakukan testing dulu sebelum menggunakan paket ini di mesin produksi, resiko ditanggung penumpang yah? :D

thx buat iang yang udah mau ditanya-tanyain, soalnya sempet lupa caranya bikin paket .deb

ps: ternyata versi 0.6.35 udah keluar tanggal 26 Januari kemaren, silahkan kalo mau iseng dicoba juga ambil paket nginx_0.6.35_i386.deb disini.